Kebakaran Tpa Putri Cempo Solo

Kebakaran besar melanda Tempat Pembuangan Akhir Putri Cempo di Mojosongo, Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah. Kebakaran TPA Putri Cempo Solo mulai dilaporkan pada Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 18.00 WIB. Api membakar gunungan sampah dan kemudian meluas akibat kondisi material yang mudah terbakar serta tiupan angin. Hingga Kamis petang, sejumlah titik api dilaporkan masih berkobar sehingga proses pemadaman harus dilakukan secara intensif.

Perkembangan terbaru menunjukkan luas area terdampak mencapai sekitar enam hektare yang tersebar di Blok B, C, dan D. Pemerintah Kota Solo bersama petugas gabungan berupaya melokalisasi kebakaran agar api tidak merambat menuju permukiman. Kementerian Lingkungan Hidup juga turun melakukan pemantauan langsung. kebakaran gunungan sampah Putri Cempo, penanganan kebakaran TPA Kota Solo, dan dampak asap kebakaran bagi warga menjadi perhatian karena pemadaman sampah mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda dibanding kebakaran bangunan biasa.

Kebakaran Bermula Rabu Sore

Informasi awal mengenai kebakaran diterima Lurah Mojosongo sekitar pukul 18.00 WIB. Api diketahui muncul dari kawasan gunungan sampah sebelum membesar dan terlihat jelas dari permukiman di sekitar TPA.

Warga bahkan sempat melihat cahaya oranye dari kejauhan dan mengira terdapat rumah yang terbakar. Setelah diperiksa, kobaran tersebut ternyata berasal dari kawasan TPA Putri Cempo.

Api Cepat Meluas karena Angin

Salah satu tantangan dalam Kebakaran TPA Putri Cempo Solo adalah kondisi angin. Kepala DLH Kota Solo Herwin Tri Nugroho menjelaskan angin yang cukup kencang membuat titik api dengan cepat meluas di antara tumpukan sampah.

Gunungan sampah juga membuat api tidak selalu terlihat dari permukaan. Bara dapat bertahan di bagian dalam sehingga petugas harus memastikan setiap titik benar-benar tertangani sebelum dinyatakan padam.

Area Terbakar Mencapai Enam Hektare

Per Kamis, 3 September 2026, Pemkot Solo memperkirakan area yang terbakar sudah mencapai sekitar enam hektare. Kebakaran mencakup Blok B, C, dan D TPA Putri Cempo.

Tim pemadam kemudian melakukan penyekatan untuk mencegah perluasan. Fokus utama bukan hanya memadamkan kobaran yang terlihat, tetapi juga menjaga api agar tidak bergerak semakin dekat menuju kawasan permukiman.

Puluhan Armada Dikerahkan

Besarnya kebakaran membuat penanganan melibatkan banyak unsur. Pada Rabu malam, sedikitnya 22 armada dari berbagai instansi dan daerah dikerahkan membantu operasi pemadaman. Bantuan datang dari Solo serta sejumlah kabupaten di sekitarnya.

Selain mobil pemadam, dua water cannon milik kepolisian, kendaraan pendukung TNI, PMI, serta berbagai unsur lainnya ikut dikerahkan. Penanganan kebakaran TPA Kota Solo juga dibantu alat berat untuk membuka akses dan menangani tumpukan sampah.

Akses Lokasi Menjadi Tantangan Petugas

Petugas menghadapi kesulitan karena karakter kawasan TPA berbeda dengan lokasi kebakaran biasa. Gunungan sampah membuat kendaraan pemadam tidak dapat dengan mudah mencapai seluruh titik api.

BPBD Kota Solo menyebut akses masuk menjadi salah satu kendala ketika proses pemadaman dilakukan. Angin juga membuat kobaran yang sebelumnya berhasil dikendalikan berpotensi kembali membesar.

Gas Metana Diduga Memperbesar Risiko

Kebakaran Tpa Putri Cempo Solo

Kementerian Lingkungan Hidup turut memantau kondisi TPA Putri Cempo. Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Noer Adi Wardojo menyebut keberadaan gas metana pada tumpukan sampah menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan tersebut mudah terbakar.

Kondisi musim kemarau membuat bagian permukaan sampah semakin kering. Ketika terdapat sumber api, material kering dan gas yang mudah terbakar dapat mempercepat munculnya kobaran.

Warga Terdampak Asap Dievakuasi

Asap menjadi persoalan lain yang harus ditangani. Pemerintah Kota Solo melakukan evakuasi terhadap sejumlah warga yang permukimannya terdampak asap pekat. Masker juga dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko dampak asap kebakaran bagi warga. Pemerintah juga menyiapkan dukungan medis serta berbagai kebutuhan darurat apabila kondisi kebakaran berkembang.

Dapur Umum Sempat Disiapkan

Kelurahan Mojosongo bersama BPBD turut menyiapkan langkah antisipasi berupa dapur umum. Tim medis dan relawan juga disiagakan untuk membantu masyarakat apabila situasi membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Persiapan tersebut penting karena kebakaran TPA dapat berlangsung lama. Meskipun kobaran di permukaan berkurang, titik panas di bagian dalam tumpukan sampah dapat tetap bertahan.

KLH Belum Menilai Perlu Status KLB

Meski kebakaran cukup luas, Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan kondisi saat ini masih dalam pengendalian sehingga belum diperlukan peningkatan menjadi status Kejadian Luar Biasa atau KLB.

KLH menilai kapasitas penanganan yang tersedia masih mencukupi. Namun, dukungan tambahan dapat diberikan apabila situasi membesar atau kapasitas daerah membutuhkan bantuan.

Kebakaran TPA Putri Cempo Pernah Terjadi

Kebakaran di Putri Cempo bukan kejadian pertama. Data BNPB mencatat TPA tersebut termasuk salah satu lokasi kebakaran TPA di Indonesia pada September 2023.

Karakter tumpukan sampah, kondisi kering, gas metana dan cuaca menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian. Pencegahan setelah kebakaran selesai menjadi sama pentingnya dengan proses pemadaman saat ini.

Petugas Fokus Cegah Api Mendekati Permukiman

Pemkot Solo menempatkan perlindungan kawasan permukiman sebagai prioritas. Tim pemadam melakukan lokalisasi titik api sekaligus membuat penyekatan agar kebakaran tidak terus bergerak keluar dari kawasan TPA.

Alat berat seperti buldoser dan ekskavator turut digunakan dalam operasi. Peralatan tersebut membantu petugas mengakses bagian tertentu dari gunungan sampah sekaligus mendukung pemisahan material yang masih terbakar.

Pemadaman Berlangsung Lebih dari Sehari

Kebakaran yang mulai terjadi Rabu sore ternyata belum sepenuhnya selesai hingga Kamis petang. Pantauan pada Kamis sekitar pukul 18.10 WIB masih menunjukkan adanya kobaran api di kawasan TPA.

Kondisi tersebut memperlihatkan sulitnya menangani Kebakaran TPA Putri Cempo Solo. Pemadaman perlu dilakukan sampai bara di dalam tumpukan sampah dapat dikendalikan agar kebakaran tidak kembali membesar.

Kebakaran TPA Putri Cempo Solo terjadi sejak Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 18.00 WIB dan berkembang hingga mencakup Blok B, C, serta D. Pemkot Solo memperkirakan luas kawasan yang terdampak mencapai sekitar enam hektare.

Puluhan armada, water cannon, alat berat dan personel gabungan telah dikerahkan. Sejumlah warga yang terdampak asap juga dievakuasi sebagai langkah antisipasi. KLH menyebut gas metana serta kondisi sampah yang kering pada musim kemarau menjadi faktor yang membuat api mudah menyala dan menyebar.

FAQ

Kapan TPA Putri Cempo Solo terbakar?
Kebakaran mulai dilaporkan pada Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 18.00 WIB.

Berapa luas area TPA Putri Cempo yang terbakar?
Pemkot Solo memperkirakan luas area terdampak mencapai sekitar enam hektare.

Blok mana saja yang terbakar?
Perkembangan terbaru menyebut kebakaran mencakup Blok B, C, dan D.

Apa penyebab kebakaran TPA Putri Cempo?
Penyebab awal secara pasti masih perlu dipastikan. KLH menyebut gas metana pada tumpukan sampah merupakan salah satu faktor yang membuat material mudah terbakar, terutama ketika kondisi kering.

Apakah warga sekitar TPA Putri Cempo dievakuasi?
Ya. Sejumlah warga yang terdampak asap dievakuasi dan pemerintah membagikan masker sebagai langkah perlindungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *