Ribuan pekerja dari berbagai elemen menggelar Demo 6 Oktober 2026 di depan kompleks DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada Selasa. Aksi tersebut berkaitan dengan agenda pembahasan dan pengambilan keputusan mengenai regulasi pelindungan ketenagakerjaan. Massa mulai memenuhi kawasan parlemen sejak pagi hingga menjelang siang, membawa bendera organisasi, spanduk, serta mobil komando untuk menyampaikan berbagai aspirasi mengenai kepastian kerja dan kesejahteraan pekerja.
Besarnya jumlah peserta membuat kondisi lalu lintas di sekitar Senayan, Gatot Subroto, Gerbang Pemuda hingga akses Tol Dalam Kota sempat mengalami penyesuaian. Kepolisian melakukan pengamanan sekaligus rekayasa lalu lintas secara situasional. Setelah rangkaian aksi selesai dan massa berangsur meninggalkan kawasan DPR, Jalan Gatot Subroto yang sebelumnya sempat ditutup kemudian kembali dibuka untuk kendaraan.
Demo 6 Oktober 2026 Dipusatkan di Gedung DPR
Lokasi utama aksi berada di depan kompleks DPR/MPR RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Massa berasal dari berbagai elemen buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia atau KB-PBI.
Sejak sekitar pukul 10.00 WIB, peserta mulai berkumpul dan bergerak menuju kawasan parlemen. Menjelang siang, massa telah memenuhi bagian jalan di depan DPR hingga kawasan pertigaan Gerbang Pemuda. Sebagian peserta sebelumnya berkumpul di sekitar Gelora Bung Karno sebelum bergerak menuju lokasi aksi.
Buruh Kawal Regulasi Pelindungan Ketenagakerjaan
Salah satu agenda utama aksi buruh Jakarta 6 Oktober adalah mengawal proses legislasi mengenai pelindungan ketenagakerjaan. Para peserta menginginkan aturan tersebut memberikan perlindungan yang kuat terhadap hak pekerja sekaligus memberikan kepastian dalam hubungan kerja.
Isu yang disampaikan massa antara lain menyangkut kepastian kerja, sistem outsourcing, pekerja kontrak, praktik pemagangan dan pengupahan. Aspirasi tersebut disampaikan melalui orasi serta perwakilan buruh yang mengikuti proses di lingkungan parlemen.
Sekitar 6000 Peserta Diperkirakan Mengikuti Aksi
Polda Metro Jaya sebelumnya memperkirakan jumlah peserta aksi mencapai sekitar 6.000 orang. Besarnya massa membuat pengamanan tidak hanya difokuskan tepat di depan Gedung DPR, tetapi juga pada kawasan dan jalur lalu lintas di sekitarnya.
Kepolisian menyiagakan 11.261 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polda Metro Jaya, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta pengamanan internal DPR. Selain itu, lebih dari dua ribu personel lalu lintas disiapkan untuk membantu mengatur kendaraan di sekitar kawasan aksi.
Jalan Gatot Subroto Sempat Ditutup
Ketika jumlah massa semakin besar menjelang siang, Jalan Gatot Subroto di depan kompleks DPR sempat tidak dapat digunakan kendaraan secara normal. Arus dari arah Semanggi menuju Slipi kemudian dialihkan melalui kawasan Gerbang Pemuda.
Kepadatan juga terjadi di Jalan Gerbang Pemuda dan sejumlah jalur menuju kawasan Gelora Bung Karno. Kondisi tersebut membuat pengendara yang tidak berkepentingan dengan kawasan Senayan dan DPR diimbau memilih jalur alternatif selama aksi berlangsung.
Penyesuaian lalu lintas juga menyentuh akses Tol Dalam Kota. Pengaturan dilakukan secara situasional mengikuti perkembangan jumlah massa dan kepadatan kendaraan di sekitar kompleks parlemen.
Massa Mulai Membubarkan Diri Siang Hari
Perkembangan demo buruh di DPR hari ini relatif cepat. Setelah pimpinan DPR menemui peserta aksi, massa mulai meninggalkan kawasan parlemen sekitar pukul 13.15 WIB.
Sekitar pukul 13.40 WIB, Jalan Gatot Subroto arah Slipi mulai kembali dibuka untuk kendaraan. Meskipun jalan sudah dibuka, kepadatan masih terjadi untuk beberapa waktu karena volume kendaraan bertemu dengan peserta aksi yang meninggalkan lokasi.
Petugas kemudian melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai antrean, khususnya di sekitar Gatot Subroto, Gerbang Pemuda dan jalur dari Semanggi menuju Slipi.
Sejumlah Tuntutan Disampaikan Buruh
Aksi tidak hanya berkaitan dengan pengesahan regulasi ketenagakerjaan secara umum. Massa juga menyampaikan sejumlah persoalan yang dianggap berkaitan langsung dengan kondisi pekerja.
Di antaranya adalah tuntutan mengenai kepastian kerja, perlindungan terhadap pekerja kontrak, evaluasi sistem outsourcing, pencegahan penyalahgunaan mekanisme pemagangan serta jaminan upah yang dianggap layak dan bermartabat.
Dengan demikian, aksi tersebut menjadi ruang bagi berbagai organisasi pekerja untuk menyampaikan pandangan terhadap regulasi ketenagakerjaan yang sedang menjadi agenda parlemen.
Pengamanan Demo Melibatkan Ribuan Personel

Pengamanan menjadi perhatian karena jumlah peserta yang cukup besar dan lokasi demonstrasi berada di salah satu koridor lalu lintas utama Jakarta. Aparat menyatakan pengamanan dilakukan dengan pendekatan dialogis dan terukur.
Selain menjaga lokasi demonstrasi, personel ditempatkan untuk memastikan aktivitas masyarakat di kawasan sekitar tetap dapat berjalan. Pengaturan lalu lintas juga dilakukan menyesuaikan perkembangan massa sehingga penutupan maupun pengalihan jalan bersifat situasional.
Kepolisian pada malam hari menyatakan rangkaian demonstrasi di depan DPR berlangsung tertib dan berakhir kondusif.
Kondisi Lalu Lintas Setelah Demo
Meskipun massa sudah mulai membubarkan diri pada awal siang, pembukaan Jalan Gatot Subroto tidak langsung membuat kondisi lalu lintas kembali lancar. Antrean kendaraan masih terlihat dari arah Semanggi menuju Slipi.
Kepadatan juga sempat terjadi di Tol Dalam Kota. Kondisi tersebut merupakan dampak dari pengalihan arus sebelumnya sekaligus meningkatnya volume kendaraan setelah jalan di depan DPR kembali dapat digunakan.
Bagi masyarakat yang melintasi kawasan tempat berlangsungnya demonstrasi besar, informasi rekayasa lalu lintas menjadi penting karena pengalihan dapat diberlakukan atau dicabut berdasarkan situasi di lapangan.
Demo 6 Oktober dan Agenda Ketenagakerjaan
Aksi buruh kali ini memiliki keterkaitan langsung dengan agenda legislasi di DPR. Karena itu, sebagian perwakilan peserta aksi juga mengikuti perkembangan pembahasan di kompleks parlemen.
Bagi pekerja, regulasi ketenagakerjaan mempunyai dampak luas karena menyentuh hubungan antara pekerja dan perusahaan, status kerja, pengupahan hingga berbagai bentuk perlindungan dalam dunia kerja.
Itulah sebabnya pembahasan aturan tersebut mendapatkan perhatian dari berbagai organisasi buruh. Aksi di depan DPR menjadi salah satu cara yang digunakan untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka kepada pemerintah dan parlemen.
Demo 6 Oktober 2026 berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, dengan peserta dari berbagai elemen buruh. Massa menyampaikan aspirasi sekaligus mengawal agenda regulasi pelindungan ketenagakerjaan yang dibahas di parlemen.
Polda Metro Jaya memperkirakan aksi diikuti sekitar 6.000 peserta dan menyiapkan lebih dari 11 ribu personel gabungan untuk pengamanan. Jalan Gatot Subroto dari arah Semanggi menuju Slipi sempat ditutup dan arus kendaraan dialihkan. Massa kemudian mulai membubarkan diri sekitar pukul 13.15 WIB dan jalan di depan DPR kembali dibuka sekitar pukul 13.40 WIB. Secara keseluruhan, kepolisian menyatakan rangkaian aksi berakhir dalam kondisi tertib dan kondusif.
FAQ
Demo 6 Oktober 2026 berlangsung di mana?
Aksi utama berlangsung di depan kompleks DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Siapa yang mengikuti demo 6 Oktober?
Aksi diikuti berbagai elemen pekerja, termasuk massa yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia.
Apa tuntutan demo buruh 6 Oktober 2026?
Aspirasi berkaitan dengan pelindungan ketenagakerjaan, termasuk kepastian kerja, outsourcing, pekerja kontrak, pemagangan dan pengupahan.
Berapa jumlah peserta demo?
Kepolisian sebelumnya memperkirakan jumlah peserta sekitar 6.000 orang.
Apakah Jalan Gatot Subroto ditutup saat demo?
Ya. Jalan Gatot Subroto di depan DPR sempat ditutup dan arus dari Semanggi menuju Slipi dialihkan secara situasional.
Kapan Jalan Gatot Subroto kembali dibuka?
Setelah massa mulai membubarkan diri, ruas di depan DPR arah Slipi kembali dibuka sekitar pukul 13.40 WIB.
Apakah aksi demo berlangsung ricuh?
Berdasarkan keterangan kepolisian setelah kegiatan, rangkaian aksi di depan DPR berakhir tertib dan kondusif.





Leave a Reply